Batuk Susah Sembuh, Mungkin Batuk 100 Hari (Pertusis)

Setiap orang dalam hidupnya pernah mengalami batuk. Batuk adalah kondisi yang terjadi karena gejala suatu infeksi. Meskipun terlihat sepele, nyatanya batuk dapat terjadi berulang kali pada setiap orang dalam hidupnya. Sebagian orang diantaranya bahkan harus mengalami batuk beberapa minggu seakan-akan mereka merasa kok batuk saya tidak kunjung sembuh. Apakah anda pernah mengalaminya? Batuk susah sembuh, mungkin batuk 100 Hari atau batuk rejan, baca penjelasannya di bawah ini.

Batuk yang tidak sembuh-sembuh dalam beberapa minggu disebut batuk 100 hari. Dalam istilah medis batuk 100 hari dikenal sebagai penyakit pertusis atau batuk rejan.

Ilustrasi Batuk 100 hari (credit to istock)
Batuk 100 hari adalah infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis. Bordetella pertussis itu adalah bakteri penyebab penyakit menular akut yang menyerang pernafasan atau batuk rejan atau yang dikenal oleh masyarakat dengan sebutan batuk seratus hari. Bakteri ini mengandung beberapa komponen yaitu Peitusis Toxin (PT), Filamentous Hemagglutinin (FHA), Aglutinogen, endotoksin, dan protein lainnya.

Batuk akibat bakteri Bordetella pertussis ini biasanya terjadi selama 6 minggu atau lebih, oleh sebab itu biasa disebut batuk seratus hari.

Gejala utamanya yaitu batuk selama kurang lebih 2 minggu. Awalnya gejala infeksi batuk 100 hari sulit dibedakan dengan bentuk ISPA (infeksi saluran pernafasan atas) akut. Pada periode 1-2 minggu pertama (stadium kataral), gejalanya berupa demam hangat yang tidak terlalu tinggi, badan lemas, batuk, hidung meler (ingusan), dan bersin. Selanjutnya pada periode berikutnya (paroksimal) dapat muncul gejala antara lain:
  • Batuk terus-menerus yang terjadi dalam jeda waktu singkat setelah anda menghembuskan nafas.
  • Muncul suara atau bunyi seperti 'whoop' bernada tinggi pada saat penderita menghirup nafas setelah batuk terus-menerus. Bunyi ini terkadang tidak muncul pada bayi usia <6 bulan="" dan="" dewasa.="" li="" remaja="">
  • Wajah kemerahan/kebiruan, muntah, mata menonjol, mata berair, produksi air liur berlebihan, dan badan terasa cepat letih atau lesu.
Batuk 100 hari pada anak-anak seringkali menyebabkan berat badan turun akibat rendahnya nafsu makan, muntah, dehidrasi, dan sulit tidur. Pada level berat dan imunitas tubuh anak yang lemah, batuk ini dapat diikuti dengan terhentinya nafas secara singkat. Oleh karena itu, batuk 100 hari termasuk kondisi berat untuk anak balita yang harus segera mendapatkan pengobatan medis.

Pada umumnya batuk 100 hari menyerang orang yang belum pernah mendapatkan vaksin DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus). Orang yang sudah mendapatkan vaksin DPT maka pada saat dewasa kemungkinan dapat mengalami batuk ini jika antibodi sudah kurang. Jika penderitanya juga mempunyai asma maka batuk 100 hari akan terasa lebih berat untuk dilalui.

Baca cara sehat hidup berikut:
Nah, sedemikian bahayanya batuk 100 hari maka jangan anggp remeh gejala batuk ini. Jika anda mengalami batuk susah sembuh, mungkin batuk 100 Hari. Jika anda mengalami gejala-gejala tersebut maka segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis dan resep obat batuk rejan yang tepat sesuai kondisi anda. Semoga batuk anda lekas sembuh.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Kategori :

Artikel kesehatan terkait : Batuk Susah Sembuh, Mungkin Batuk 100 Hari (Pertusis)