Pemeriksaan Protein Urine

Prosedur Pemeriksaan protein urine. Urine merupakan produk hasil metabolisme tubuh yang dikeluarkan melalui ginjal. Dari 1200 ml darah yang melalui glomeruli per menit akan terbentuk filtrat 120 ml/menit. Filtrat tersebut akan mengalami reabsorpsi, difusi, dan eksreksi oleh tubulus ginjal yang akhirnya terbentuklah 1 ml urine per menit. Secara umum, tujuan pemeriksaan urine yaitu mengetahui kelainan ginjal dan salurannya serta mengetahui kelainan organ tubuh lainnya seperti hati, saluran empedu, pankreas, dan korteks adrenal, uterus, dan lain-lain.

Melalui cek urine, maka kita tidak hanya mendapatkan fakta tentang ginjal dan saluran urine saja, tetapi juga dapat mengetahui faal berbagai organ tubuh lainnya seperti hati, saluran empedu pangkreas, dan kortek adrenal.
Ilustrasi tes pemeriksaan protein urine (gambar shutterstock)
Jika kita melakukan urinaisis selama 24 jam pada seseorang, ternyata susunan urine tidak akan berbeda banyak dari susunan urine 24 jam setelahnya.

Biasanya cara menyatakan adanya protein dalam urine berdasarkan kekeruhan. Semakin pada atau kasar kekeruhannya menjadi tolak ukur untuk menentukan jumlah protein yang ada. Oleh sebab itu, menggunakan urine yang jernih menjadi syarat penting terhadap protein. Jika urine yang akan dicek jernih maka boleh dipakai terus, dan jika kekeruhan tidak dapat dihilangkan maka bisa dilakukan penjernihan atau penyariangan urine sehingga urine yang dipakai untuk pemeriksaan adalah urine yang betul-betul jernih.

Tujuan pemeriksaan protein urine yaitu utnuk mengetahui kadar protein dalam urine dan mengetahui apakah pasien mengalami ekslamsi.

Protein Urine Saat Hamil

Preeklampsia atau toksemia adalah suatu kondisi yang dapat dialami oleh ibu hamil. Ciri-ciri toksemia yaitu meningkatnya tensi yang diikuti oleh peningkatan kadar protein dalam urine. Ibu hamil dengan toksemia juga akan mengalami pembengkakan kaki dan tangan. Toksemia biasanya timbul di pertengahan periode kehamilan. Penyebab kelainan ini masih belum dapat diketahui. Namun disinyalir faktor-faktor yang dapat menyebabkan toksemia yaitu kurang gizi, obesitas, gangguan aliran darah ke rahim.

Alat dan Bahan

Persiapan alat dan bahan
  • Botol atau bengkok tempat urin
  • Lampu spirtus
  • Tabung kimia 2 buah
  • Asam asetat atau asam cuka 6%
  • Korek api
  • Corong
  • Kertas saring

Persiapan pasien

Persiapan pasien dalam melakukan pemeriksaan protein urine
  1. Sapalah ibu dengan ramah
  2. Berlaku sopan dalam melakukan pemeriksaan
  3. Menjelaskan tata cara prosedur yang akan dilakukan
  4. Pasien diminta untk buang air kecil dan ditampung di botol.
  5. Upayakan agar ibu dengan nyaman selama pemeriksaan

Prosedur Pemeriksaan Protein Urine

  1. Menyiapkan dan mengecek kelengkapan alat
  2. Mencuci tangan
  3. Memakai handscoon (Sarung tangan khusus)
  4. Memperhatikan kejernihan urine
  5. Jika urine keruh maka disaring dengan kertas penyaring
  6. Mengisi kedua tabung dengan urin, masing + 2ml salah satu tabung sebagai bahan pembanding pemeriksaan
  7. Menyalakan lampu spirtus
  8. Memanaskan tabung sampai mendidih
    • Berjarak 2-3 cm
    • Membentuk sudut 45 derajat
    • Arahkan tabung yang dipanaskan ketempat yang kosong
    • Panaskan tabung secara merata dari ujung bawah ke atas
  9. Jika urine yang dipanaskan keruh, tanbahkan sebanyak 4 tetes asam asetat 6%, dan jika kekeruhannya sudah hilang maka menunjukkan hasil yang neatif
  10. Jika urine tetep keruh maka panaskan 1x lagi lalu bandingkan hasilnya
  11. Jika setelah dipanaskan urine tetep keruh maka hasilnya positif, lalu bacalah hasil pemeriksaan
  12. Anda dapat memberitahukan hasil pemeriksaan
  13. Rapihkan peralatan
  14. Cuci tangan dengan sabun antiseptik

Cara Melihat Hasil

Cara penilaian ini berlaku untuk pemeriksaan dengan asam asetat maupun dengan asam cuka
  • -- : tidak ada kekeruhan.
  • + : kekeruhan ringan tanpa ada butir-butir (0,01-0,05%).
  • ++ : kekeruhan mudah dilihat dan tampak butir-butir pada kekeruhan tersebut(0,05-0,2%).
  • +++ : urine keruh dan kekeruhan berkeping-keping (0,2-0,5%).
  • ++++ : sangat keruh/bergumpal/memadat (>0,5%).
Demikian cara pemeriksaan protein urine, semoga berguna bagi pembaca.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Kategori :

Artikel kesehatan terkait : Pemeriksaan Protein Urine